Mariano Peralta Belum Cetak Gol dan Baru Sumbang Satu Assist untuk Persib

Mariano Peralta masih menghadapi tantangan untuk menemukan ketajaman terbaiknya bersama Persib Bandung pada awal BRI Super League musim 2026/2027. Pemain asal Argentina tersebut belum mencetak gol dan baru menyumbangkan satu assist dari enam pertandingan liga. Catatan ini menjadi perhatian dalam dunia Sepak Bola Indonesia karena Peralta datang dengan reputasi sebagai pemain terbaik kompetisi musim sebelumnya bersama Borneo FC Samarinda. Penampilannya kembali mendapat sorotan setelah Persib kalah 0-1 dari Madura United pada Kamis, 22 Oktober 2026. Meski produktivitasnya di liga belum maksimal, kontribusinya dalam kompetisi internasional menunjukkan bahwa kemampuan sang penyerang sebenarnya masih menjanjikan.
Mariano Peralta Belum Menemukan Ketajaman di BRI Super League
Perjalanan awal Mariano Peralta bersama Persib Bandung belum sepenuhnya memperlihatkan ketajaman seperti musim sebelumnya. Dari enam pertandingan BRI Super League 2026/2027, winger berusia 28 tahun tersebut masih belum berhasil mencetak gol dan hanya mengumpulkan satu assist. Angka kontribusi tersebut memunculkan pembahasan karena reputasinya ketika membela Borneo FC. Walaupun hasilnya belum memuaskan, pengukuran kontribusi pemain depan harus melihat peran di lapangan secara menyeluruh. Kreativitas menyerang juga menjadi bagian penting dalam menilai kontribusi seorang pemain.
Pada lima pertandingan pertama, Peralta terus dipercaya masuk susunan pemain utama. Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa kemampuannya masih menjadi bagian dari rencana permainan Persib Bandung. Akan tetapi, kepercayaan yang diperolehnya belum diikuti peningkatan produktivitas. Dalam peran sebagai winger atau penyerang, kemampuan menciptakan peluang memiliki pengaruh besar terhadap penilaian performa. Tim Maung Bandung memerlukan tambahan kreativitas dan ketajaman dari Peralta untuk memperkuat lini serang. Karena alasan tersebut, peningkatan ketajamannya layak terus diamati sepanjang musim.
Penampilan Mariano Peralta Saat Persib Kalah dari Madura United
Pertandingan melawan Madura United pada 22 Oktober 2026 menghadirkan pengalaman kurang menyenangkan bagi Mariano Peralta. Dalam pertandingan yang berlangsung di kandang Madura United, Persib Bandung menelan hasil negatif dengan skor 0-1. Ketika menghadapi tim tuan rumah, Peralta memulai pertandingan dari bangku cadangan. Pemain asal Argentina tersebut diturunkan untuk mengambil alih posisi Luka Menalo. Perubahan susunan pemain itu membuka peluang bagi sang pemain untuk menciptakan peluang bagi tim. Sayangnya, performa yang diharapkan tidak berhasil memberikan perubahan berarti dalam pertandingan tersebut.
Situasi krusial dalam pertandingan muncul pada menit-menit penutup. Peralta gagal menjaga keamanan distribusi bola di sektor pertahanan Maung Bandung. Umpan yang berhasil dipotong lawan tersebut dimanfaatkan oleh pemain Madura United. Peluang yang tercipta setelahnya berakhir dengan gol Dimitar Mitkov pada menit ke-89 setelah memanfaatkan umpan Iran Junior. Momen penentu itu menentukan hasil akhir pertandingan. Berdasarkan statistik pertandingan, Peralta menghasilkan satu peluang serangan, satu keberhasilan melewati lawan melalui dribel, dan sebuah percobaan tembakan yang melenceng. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa penampilannya masih perlu ditingkatkan.
Ketajaman Mariano Peralta Saat Membela Borneo FC Belum Terulang
Pada musim sebelumnya bersama Borneo FC, Mariano Peralta berhasil membangun reputasi sebagai penyerang berbahaya. Selama membela Borneo FC pada musim 2025/2026, winger berpengalaman itu berhasil mengoleksi 20 gol dan 14 assist dari 34 pertandingan. Produktivitas luar biasa tersebut memberikan peran penting dalam keberhasilan Borneo FC finis sebagai runner-up. Melalui penampilan konsisten tersebut, Peralta memperoleh pengakuan sebagai pemain terbaik BRI Super League 2025/2026. Pencapaian tersebut meningkatkan ekspektasi terhadap kemampuannya. Saat bergabung dengan Maung Bandung, ekspektasi mengenai produktivitasnya tentu ikut meningkat.
Kontras produktivitas tersebut dapat diamati ketika melihat enam pertandingan awal. Bersama Borneo FC pada musim sebelumnya, Peralta mengumpulkan empat gol dengan tambahan dua assist. Produktivitas itu membantu timnya meraih enam kemenangan. Sementara itu, dalam enam pertandingan awal bersama Persib, catatan gol Peralta masih kosong dan jumlah assist baru mencapai satu. Persib sendiri mencatatkan tiga kemenangan, dua kekalahan, serta satu hasil imbang. Meskipun statistik memperlihatkan penurunan, perubahan lingkungan klub merupakan aspek penting ketika menganalisis performa tanpa langsung menyimpulkan penyebabnya.
Pentingnya Kerja Sama Tim untuk Mengembalikan Ketajaman Peralta
Bergabung dengan tim yang berbeda berpotensi memengaruhi kenyamanan bermain bagi seorang pesepak bola profesional. Walaupun pemain asal Argentina tersebut sudah mengenal karakter Liga Indonesia, sistem permainan Persib dapat memiliki karakter tersendiri dibandingkan ketika bermain bersama Pesut Etam. Perubahan lingkungan taktik dapat memengaruhi pergerakan pemain. Dalam situasi tertentu, pemain sayap mungkin lebih sering bertugas menciptakan peluang daripada menjadi penyelesai akhir utama. Karena alasan tersebut, penilaian mengenai kontribusinya perlu mempertimbangkan instruksi pelatih.
Tidak hanya terkait penyesuaian strategi, kerja sama dalam membangun serangan juga dapat menentukan efektivitas permainan. Pesepak bola dengan tanggung jawab ofensif memerlukan dukungan umpan yang tepat untuk memaksimalkan peluang mencetak gol. Saat menghadapi pertahanan lawan yang terorganisasi, ketepatan mengambil posisi menjadi elemen yang menentukan. Sang pemain dapat berupaya mempertajam kemampuan menuntaskan peluang agar peluang yang tercipta lebih sering menghasilkan gol. Meski begitu, perbaikan kontribusi gol tidak hanya bergantung pada seorang pemain. Pemahaman antarpemain yang berkembang mampu mendukung upaya mengembalikan ketajaman.
Performa Internasional Menunjukkan Potensi Mariano Peralta Bersama Persib
Kendati belum menemukan gol dalam BRI Super League, Mariano Peralta mencatatkan produktivitas lebih tinggi ketika memperkuat Maung Bandung di luar liga domestik. Dalam tiga penampilan pada AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship yang menjadi perhatian pada periode tersebut, sang penyerang Persib berhasil mengoleksi dua gol dan satu assist. Produktivitas internasional itu memperlihatkan potensi yang masih dimiliki oleh Peralta. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa kemampuannya mencetak gol belum hilang. Walaupun begitu, catatan dari pertandingan luar negeri belum tentu langsung terulang ketika menghadapi lawan domestik.
Salah satu kontribusi pentingnya terjadi saat berhadapan dengan The Cong-Viettel pada 14 Oktober 2026. Pada laga kompetisi antarklub Asia itu, Peralta menyumbangkan gol penting melalui tendangan dari titik putih yang membantu Persib meraih kemenangan 1-0. Dalam pertandingan internasional berbeda, ia juga terlibat dalam keberhasilan tim ketika Persib menundukkan wakil Thailand tersebut pada ajang ASEAN Club Championship. Kontribusi seperti ini memberikan dorongan untuk meningkatkan performa menjelang pertandingan liga berikutnya. Dari sisi kebutuhan klub, konsistensi mencetak gol pada pertandingan berbeda menjadi keuntungan besar karena jadwal pertandingan cukup padat.
Kesimpulan Mengenai Performa Mariano Peralta Bersama Persib
Produktivitas Mariano Peralta pada enam laga pembuka bersama Persib Bandung belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Tanpa gol dan baru satu assist di BRI Super League 2026/2027, penyerang Persib tersebut perlu berusaha lebih keras untuk mengembalikan produktivitas. Momen kurang menguntungkan saat menghadapi Madura United menambah perhatian terhadap performanya. Meski begitu, produktivitasnya dalam pertandingan internasional memperlihatkan kemampuan yang masih menjanjikan. Berkat peningkatan kerja sama permainan, Peralta berkesempatan meningkatkan kontribusi dalam persaingan Sepak Bola Indonesia. Bagaimana pendapat Anda, apakah Mariano Peralta dapat mengulangi performa impresif musim sebelumnya? Tuliskan prediksi Anda mengenai potensi kebangkitan pemain Argentina tersebut bersama Maung Bandung.








